Malam ini ingin sekali berbagi bercerita tentang "KEBOHONGAN SEORANG IBU".
Ketika aku masih kecil aku lahir dari keluarga yang sederhana, bahkan untuk makan saja sering kekurangan, ketika makan ibu sering memberikan nasinya ke piringku, sambil memberikan nasi ke piringku ibu berkata "Makanlah nak, aku tidak lapar". Ketika aku tumbuh besar Ibu seringkali membeli makanan yang penuh Gizi dan memasaknya untukku, sewaktu aku memakan ikan itu, ibu duduk disampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas ikan yang aku makan, aku melihat ibu seperti itu, hatiku juga tersentuh, lalu dengan menggunakan sendok aku memberikan bagianku pada ibuku, namun ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata "Makanlah nak, aku tak suka makan ikan". Dan masih banyak lagi kebohongan-kebohongan ibu yang lain.
Terkadang kita selalu lupa dengan Orang tua kita, terutama Ibu kita, kita terlalu sibuk dengan aktivitas kita yang padat dan menjadi sebuah alasan untuk meninggalkan Ayah dan Ibu yang sedang kesepian. Kita selalu lupa akan Ayah dan Ibu kita dirumah, dibanding dengan pasangan kita, pasti yang menjadi prioritas adalah pasangan kita. Buktinya, kita selalu khawatir akan pasangan kita, khawatir apakah pasangan kita sudah makan apa belum, khawatir apakah pasangan kita bahagia atau tidak jika bersama kita. Namun, apakah kita peduli apakah Orang tua kita sudah makan apa belum, jangan-jangan mereka belum makan hanya karna memikirkan kita karna jauh darinya.
Apakah kita sudah membahagiakan Kedua Orang tua kita, yang minimal dengan perilaku dan sikap kita ke Orang tua, apakah kita sudah melakukannya...??? Jika sudah, mari kita renungkan kembali, diwaktu kita masih punya kesempatan untuk membalas budi yang begitu besar kepada orang tua kita, lakukanlah yang terbaik, jangan sampai ada kata menyesal dikemudian hari.